Friday, 30 December 2016

Mind Mapping, Ilmu Sosial Dasar

Bab II 
Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan 



Bab III 
Individu, Keluarga dan Masyarakat 



Bab IX 
Agama dan Masyarakat




Bab X 
Prasangka, Diskriminasi dan Etnosentrisme 






Bab VII 
Masyarakat Pedesaan dan Perkotaan 



Masyarakat Perkotaan, Aspek – Aspek Positif dan Negatif 

Pengertian Masyarakat 
Syarat – syarat untuk membentuk suatu masyarakat adalah:

Harus ada pengumpulan manusia yang banyak, serta bukan pengumpulan binatang.Telah bertemparakat adalah sekelompok orang – orang yang menempati suatu wilayah tertentu, dan sudah lama menempati wilyah tat tinggal dalam waktu yang lama di suatu daerah tertentu.Memiliki peraturan – peratuan yang mengatur mereka untuk mencapai tujuan serta kepentingan bersama. Berdasarkan cara terbentuknya, masyarakat dapat dibagi dalam:


  1.  Masyarakat paksaan, misalnya : negara, masyarakat tawanan, dl
  2.  Masyarakat merdeka, yang terbagi dalam 
  3. Masyarakat Natuur: terbentuk dengan sendirinya.
  4. Masyarakat Kultur: terbentuk karena kepentingan tertentu.
 Masyarakat Perkotaan, ciri – ciri masyarakat perkotaan: 
1. Kegiatan keagamaan berkurang2. Orang kota mampu mengurus dirinya sendiri tanpa bantuan orang lain4. Warga kota memiliki kemungkinan lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan
5. Masyarakat perkotaan memiliki jalan pikiran yang rasional
6. Faktor waktu menjadi sangat penting untuk masyarakat perkotaan
7. Perubahan sosial dapat terlihat dengan jelas di kota - kota
 Perbedaan desa dan kota

Perbedaan antara masyarakat pedesaan dengan masyarakat perkotaan dapat terlihat pada ciri – ciri tertentu, yakni:

1.            Jumlah dan kepadatan penduduk
2.            Lingkungan hidup
3.            Mata pencaharian
4.            Corak kehidupan sosial
5.            Stratifikasi sosial
6.            Mobilitas sosial
7.            Pola interaksi sosial
8.            Solidaritas sosial
9.            Kedudukan dalam hireaki sistem administrasi nasional
 Hubungan Desa dan Kota

Secara umum, masyarakat pedesaan dengan masyarakat masyarakat perkotaan saling bergantung samu sama lain, karena tanpa desa, maka masyarakat perkotaan akan kekurangan SDA yg pada umumnya berasal dari desa, selain itu, masyarakat perkotaan juga dapat kehilangan calon – calon tenaga kerja dengan kualitas SDM yang tinggi. Tanpa kota maka desa akan kekurangan infrastruktur yang penting untuk kelangsungan hidup masyarakatnya, juga desa akan tidak memiliki tempat untuk menyalurkan hasil tani maupun SDA lainnya, dan tidak akan mampu menyalurkan tenaga kerja yg sesuai untuk masyarakatnya yang tidak mendapat kerja sesuai dengan bakatnya.

Aspek Positif dan Negatif

Lingkungan perkotaan seyogyanya mengandung 5 unsur yang meliputi :

1.            Wisma: tersedianya tempat berlindung dari alam disekitarnya
2.            Karya: tersedianya lapangan kerja
3.            Marga: tersedianya hubungan dengan di dalam kota, maupun diluar kota. 
4.            Suka: tersedianya fasilitas rekreasi / hiburan
5.            Penyempurnaan: tersedianya penyempurnaan fasilitas – fasilitas yang sudah ada.
 Menghadapi hal tersebut, tugas – tugas dari aparatur pemerintah adalah:

1.            Aparatur kota harus menangani berbagai permasalahan yang timbul di kota.
2.            Pembangunan dan pengaturan harus dikerjakan dengan cepat dan tepat.
3.            Masalah keamanan harus ditangani dengan baik.
4.            Dalam rangka pemekaran kota, harus terdapat kerjasama yang baik antara pemimpin di kota dgn pemimpin di tingkat kabupaten, namun juga bermanfaat bagi wilayah kabupaten disekitarnya
 Penanganan masalah kota dapat dipecahkan dengan:

1.            Menekan angka kelahiran
2.            Mengalihkan pusat pembangunan pabrik (industri) ke pinggiran kota
3.            Membendung urbanisasi
4.            Mendirikan kota satelit dimana pembukaan usaha relatif rendah
5.            Meningkatkan fungsi dan peranan kota kecil / desa besar
6.            Transmigrasi bagi warga miskin dan penggangguran
  Masyarakat Pedesaan Pengertian desa / pedesaan

Desa adalah sekelompok masyarakat yang telah bertempat tinggal di suatu daerah dan memiliki hukum / peraturan tersendiri yang hanya berlaku pada penduduk tersebut, yang dikenal dengan adat istiadat.

Ciri – ciri desa:1.            Mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal satu sama lain antara lain / memiliki ikatan solidaritas yang kuat
2.            Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan
3.            Cara berusaha pada umumnya bercorak agraris, yg cenderung sangat dipengaruhi oleh alam, namun juga melakukan pekerjaan – pekerjaan diluar pertanian sebagai pekerjaan sambilan
4.            Sistem kehidupan berdasarkan asas kekeluargaan
 Hakikat dan Sifat Masyarakat PedesaanPada umumnya 80% masyarakat Indonesia bertempat tinggal di pedesaan dengan mata pencaharian yang agraris. Namun itu pun tidak selalu berjalan dengan baik, terkadang terdapat gejala – gejala sosial yg dapat mengganggu kehidupan masyarakat tersebut, seperti:

1.            Konflik (Pertengkaran)
2.            Kontraversi (Pertentangan)
3.            Kompetisi (Persaingan)
4.            Kegiatan pada masyarakat pedesaan
 Sistem Nilai Budaya Indonesia, antara lain:

1. Para petani di Indonesia terutama di Jawa pada dasarnya  menganggap hidupnya itu sebagai sesuatu yang buruk, penuh dosa, kesengsaraan. Namun mereka menganggap itu sebagai usaha untuk berlaku prihatin terhadap lingkungannya.
2. Mereka beranggapan bahwa orang bekerja itu untuk hidup, dan kadang – kadang untuk mencapai kedudukannya.
3. Mereka cenderung berorientasi pada masa kini (sekarang), dan kurang mempedulikan masa depannya
4.            Mereka menganggap alam tidak menakutkan bila ada bencana alam atau bencana lain itu hanya merupakan sesuatu yg harus wajib diterima agar peristiwa tersebut tak akan terulang lagi
5.            Untuk menghadapi alam, mereka cukup dengan hidup bergotong – royong, mereka sadar bahwa hidup ini pada hakikatnya tergantung kepada sesamanya.
 Unsur – unsur Desa, antara lain: 


1.            Penduduk
2.            Wilayah
3.            Peraturan - peraturan untuk mengatur penduduk di desa tersebut
 Faktor lingkungan geografis yang mempengaruhi kehidupan masyarakat di pedesaan adalah:

1.            Faktor topografi
2.            Faktor iklim
3.            Faktor bencana alam
 Fungsi Desa, secara umum fungsi desa adalah:

1.            Sebagai penyedia kebutuhan masyarakat, baik itu masyarakat pedesaan maupun masyarakat perkotaan.
2.            Sebagai sumber tenaga kerja yang dibutuhkan masyarakat perkotaan, juga sebagai sumber dari SDA yg dibutuhkan masyarakat perkotaan
3.            Dapat menghasilkan tenaga kerja Spesialis
  Urbanisasi dan Urbanisme

Urbanisasi adalah situasi perpindahan penduduk dari desa ke kota. Cepat atau lambatnya urbanisasi ditentukan olek dua aspek, yaitu:


  1. Perubahan masyarakat desa menjadi masyarakat perkotaan.
  2. Bertambahnya jumlah penduduk di kota yang disebabkan oleh mengalirnya penduduk dari desa – desa.
 Secara umum, penyebab urbanisasi adalah:
1.            Daerah terseut adalah pusat pemerintahan atau ibukota suatu negara.
2.            Daerah tersebut memiliki lokasi yang strategis untuk memulai suatu usaha – usaha perdagangan / perniagaan.
3.            Munculnya kegiatan industri di daerah tersebut, baik itu industri barang atau jasa.
 Perbedaan Masyarakat Pedesaan dengan Masyarakat Perkotaan 
Secara umum perbedaan masyarakat pedesaan dengan masyarakat perkotaan, perbedaannya dapat terlihat dari beberapa aspek, yaitu:

1.            Lapangan kerja / mata pencaharian yang tersedia pada daerah tersebut
2.            Produktivitas Daerah
3.            Kualitas pendidikan penduduknya
4.            Cara hidup penduduknya
5.            Kebudayaan yang berlaku di daerahnya 




























Saturday, 15 October 2016

Pemetaan Masyarakat Terhadap Kemacetan

Kemacetan lalu lintas adalah kondisi arus lalu lintas yang tidak stabil, sering berhenti, kecepatan sangat rendah, Pengemudi tidak dapat beralih jalur, antrean panjang, volume lalu lintas melebihi kapasitas jalan dan lain-lain (Hariyanto, 2003).

Kemacetan lalu lintas disebabkan banyak faktor yakni: faktor manusia, faktor fisik jalan, faktor kendaraan.

  • Faktor manusia sebagai penyebab kemacetan, antara lain: adanya penyeberangan jalan, adanya parkir di tepi jalan, adanya pasar tumpah, adanya kerumunan massa di tepi jalan seperti anak sekolah, pekerja pabrik dan lain lain.


  • Faktor fisik jalan sebagai penyebab kemacetan lalu lintas, antara lain: kondisi jalan buruk, jalan menyempit, struktur jaringan jalan terlalu memusat pada satu ruas jalan, struktur geometeris jalan yang tidak baik, terlalu banyak persimpangan, dan sebagainya.


  • Kemacetan lalu lintas oleh kendaraan, antara lain: banyak Kendaraan tidak bermotor (becak dan lain -lain), banyak kendaraan besar. Lokasi yang rawan terhadap kemacetan lalu lintas adalah persimpamgan jalan, pasar, pusat pusat kegiatan, simpul transportasi.

Kemacetan lalu lintas harus diatasi dengan terpadu dari berbagai cara seperti peraturan, kesadaran pemakai jalan, dan manajemen lalu lintas yang baik. Kemacetana lalu lintas menjadi masalah utama di kota-kota besar, bahkan menjadi masalah global. Kemacetan lalu lintas banyak merugikan dari banyak segi, kerugian materi seperti bertambahnya biaya ekonomi, boros bahan bakar, boros waktu, menambah polusi di kota, dan secara psikologi menambah stress orang orang kota.


Solusi

  • Kondisi jalan alternatif harus baik, dan juga selalu di jaga dan di pelihara.


  • Pemerintah hendaknya memasang rambu gambar jalan alternatif, agar para pengguna jalan mengetahui keberadaan jalan alternatif dan dipasang di tempat yang strategis. 



  • Pemerintah perlu membuat peta yang berisi titik kemacetan dan jalan alternatif untuk menghindari kemacetan. Peta ini diletakkan di tempat yang strategis dan dapat dilihat dengan jelas oleh para pengguna jalan.

Monday, 3 October 2016

Parahnya kemacetan di sekitar Jalan Margonda, Depok

Pendahuluan

A. Latar Belakang

Indonesia termasuk negara sedang berkembang, permasalahan yang ada di negara berkembang lebih kompleks dibandingkan dengan negara-negara maju, mulai dari pertumbuhan penduduk yang tinggi, kesenjangan sosial, hingga kurangnya sarana dan prasarana yang menunjang pembangunan itu sendiri. Diantara banyak permasalahan itu adalah kemacetan atau kongesti. Kemacetan adalah situasi atau keadaan tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu lintas yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan. Kemacetan banyak terjadi di kota-kota besar, terutamanya yang tidak mempunyai transportasi publik yang baik atau memadai ataupun juga tidak seimbangnya kebutuhan jalan dengan kepadatan penduduk, misalnya Jakarta dan Bangkok. Kemacetan lalu lintas menjadi permasalahan sehari-hari di Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan dan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Kemacetan sering dijumpai di kota-kota besar di negara berkembang seperti Bangkok dan Jakarta. Kemacetan juga sering dijumpai pada daerah-daerah perdagangan (CBD) di kota-kota seluruh dunia. 


B. Permasalahan

Berdasarkan latar belakang diatas maka yang menjadi permasalahan adalah:
  • ·         Apa yang menyebabkan kemacetan lalu lintas?
  • ·         Apa dampak negatif dari kemacetan lalu lintas?
  • ·         Bagaimana upaya mengurangi kemacetan lalu lintas? 


C. Teori Pendukung

Komponen lalu lintas

Sebelum kita membahas komponen lalu lintas, sebaiknya harus diketahui dulu apa itu lalu lintas, menurut undang-undang No. 22 tahun 2009 lalu lintas didefinisikan sebagai gerak kendaraan dan orang di ruang lalu lintas jalan, sedangkan yang dimaksud dengan ruang lalu lintas jalan adalah prasarana yang diperuntukkan bagi gerak pindah kendaraan, orang dan atau barang yang berupa jalan dan fasilitas pendukung.Pemerintah mempunyai tujuan untuk mewujudkan lalu lintas dan angkutan jalan yang selamat, aman, cepat, lancar, tertib dan teratur, nyaman dan efisien melalui manajemen lalu lintas dan rekayasa lalu lintas.


                                                                              ISI

Kemacetan lalu lintas di Kota Depok diprediksi masih akan sulit diatasi dalam beberapa tahun kedepan. Hal ini lantaran pertumbuhan jalan tak sebanding dengan pertumbuhan kendaraan bermotor. Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Depok bakal melakukan betonisasi di sepanjang Jalan Komjen M Jasin atau Jalan Akses UI mulai 15 September 2016. Salah satu jalan utama di Depok ini, merupakan akses menuju Jalan Raya Bogor, Depok, dan Jakarta Selatan. Sehari-hari jika jam sibuk, jalur ini seringkali dilanda macet. Apalagi betonisasi akan dimulai lusa hingga 5 Oktober, maka diprediksi kemacetan akan lebih meningkat. Ruas Jalan Kelapa Dua Raya rencananya akan ditutup secara total. Untuk warga Depok yang menuju ke area Cijantung, Jakarta Timur atau sebaliknya dari Cijantung ke Kelapa Dua, Depok, sebaiknya mencari jalan alternatif. “Ada banyak akses jalan alternatif di daerah tersebut. Rekayasa lalu lintas paling bisa melalui Jalan Margonda atau Jalan Juanda. Atau bisa juga di daerah Palsi Gunung, Cimanggis,” kata Kasat Lantas Polresta Depok Kompol Sutomo, Selasa (13/9/2016). 


1. Penyebab Kemacetan lalu lintas
Kemacetan lalu lintas bisa terjadi karena beberapa hal: 
  • Arus kendaraan yang melewati jalan tersebut telah melampaui kapasitas jalan tersebut. Dapat dilihat dari tabel bahwasanya tiap tahun jumlah kendaraaan dari berbagai jenis selalu meningkat, sedangkan panjang jalan dan pertambahan panjang dan luasnya tidak sebanding dengan pertambahan jumlah kendaraan tiap tahunnya. 
2. Dampak negatif kemacetan lalu lintas
  • Kemacetan lalu lintas menyebabkan dampak negatif yang besar antara lain:
  • Kerugian waktu, karena kecepatan yang rendah.
  • Pemborosan energi
  • Meningkatkan polusi udara, karena pada kecepatan rendah konsumsi energi lebih tinggi, dan mesin tidak beroperasi pada kondisi yang optimal.
  • Meningkatkan stress pengguna jalan.
  • Mengganggu kelancaran kendaraan darurat seperti: ambulans, pemadam kebakaran dalam menjalankan tugasnya. 

3. Upaya mengurangi kemacetan lalu lintas

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas yang harus direncanakan secara komperhensif, diantaranya: 
  • Peningkatan kapasitas jalan. Salah satu langkah mengurangi kemacetan jalan adalah dengan meningkatkan kapasitas jalan, misalnya: memperlebar jalan, menambah lajur lalu lintas jika memungkinkan, mengurangi konflik di persimpangan dengan membatasi arus belok kanan. 
  • Pembatasan kendaraan pribadi. Pembatasan kendaraan pribadi
    Kebijakan ini memang tidak populer, namun jika kemacetan semakin parah maka harus dilakukan manajemen lalu lintas yang lebih ekstrim. 

                                                                  Saran masyarakat


4. Saran untuk mengatasi kemacetan di kota Depok yaitu:

  • Kita sebagai pengguna jalan di kota Depok (Margonda) harus ikut berpartisipasi dalam kebijakan yang ditentukan oleh Pemerintah Daerah Depok 
  • Ikut memberikan pendapat dan masukan kepada Pemda Depok mengenai solusi-solusi untuk mengatasi kemacetan di ruas jalan Depok.
  • Berusaha untuk melaksanakan ,mempublikasikan dan menerapkan kebijakan yang ditentukan Pemda dalam kehidupan berlalu lintas. 



                                                                     Kesimpulan

Memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang pentingnya mematuhi peraturan dan kebijaksanaan berlalu lintas demi kenyamanan dan keselamatan juga menghindari kemacetan. Memberikan prioritas kepada transortasi masal atau angkutan kota guna mengurangi kepadatan kendaraan di jalan namun dengan memperhatikan kenyamanan transportasi massal tersebut sehingga pemilik kendaraan mau beralih menggunakan transportasi ini.
 













Wednesday, 11 May 2016

Tugas Kepariwisataan 3

Dad’s Old Apartment

In September 9th 1996 a boy named Ilham Putra Paramartha was born in Macomb, Illinois, USA, yep that’s me. So yes I was born in the USA, some of you will probably think “no one remembers anything when they were a baby” yes, I admit, I barely remember a thing about it. So I will try tell you (hopefully) all I know about 

Macomb, Illinois. Macomb is a small town situated in western Illinois while we are there we live in a small apartment near my dad’s campus, he went to Western Illinois University to study for his post graduate. The laundry room was in the basement which is the lower part of the apartment and my dad always have to go down there every time he got a dirty clothes and it’s also very cold there, because at the time we are there it’s winter. 

So probably the place I really wanted to re-visit the most when I have the opportunity is my dad’s old apartment back in ’96, hopefully one day I will be back there soaking up the nostalgia that all along I can only imagine it through the story they’ve told me, I hope this story counts as a “place you have visited” because technically I was there, although I was too young to remember anything. 

Saturday, 30 April 2016

Tugas Kepariwisataan 2

Tourism for Indonesia

           How important is tourism for Indonesia? In my opinion, very. There are a lot, I mean A LOT of beautiful places that is waiting to be discovered, more than 17.000 islands and the second longest shoreline in the world with 300 different ethnic groups and 250 distinct languages, so what is not to like about those amazing numbers. The vast country of sprawling archipelago has much to offer; from natural beauty, historical heritage to cultural diversity. In 2012 the tourism sector made an income of roughly US$9 billion of foreign exchange, and is estimated to increase to US$10 in 2013. In 2015, 10.41 million international tourists entered Indonesia, and is ranked 5th among countries such as Japan, China, Malaysia, Singapore and Australia. 

For centuries, Indonesia have been a travel destination for foreigners, especially today, where Indonesia is growing more and more popular, but I think Indonesia has already been popular for tourists since the 1950’s or even the 40’s, because of the rich source for spices and other useful materials that the westerns hasn’t got back in their home countries. If I had to choose one place that is worth visiting Indonesia for, I will pick Jogjakarta. Why? You may ask, well simply because it’s gorgeous and it held one of 7 wonders of the world, I believe it’s the Candi Borobudur and like the country itself, there are a lot of places that is still waiting to be discovered. 

Sunday, 20 March 2016

Tugas Kepariwisataan

How I like Japan

I like automotive. Especially cars, since I was a kid, in fact the first word that comes out of my mouth when I was like 2 years old is “tires”, not mommy not daddy but tires. And when I was in senior high school, my love of cars grew even more (bare with me, I’ll get back to the main topic) I started reading about cars on the internet and discovered that Japanese car culture is probably the most bonkers out there. So that’s the story of how I ended up liking Japan in general. I started to read about their cultures and tourist destinations. I really like Japan. It’s one of those countries that is just different from the others, I’m sure that most foreign countries have their own way of doing things, but for me Japan is up there. Obviously being there is one of my dreams, it’s on the bucket list for sure!

When we talk about Japan we mustn’t forget it’s capital city, Tokyo. In Tokyo alone there are roughly 60 tourist attractions, so can you imagine how many tourist attraction in Japan altogether! But I’m not going to explain all 60 of them here, I’m going to pick 3 of my personal “worth-visiting” places in Tokyo.

First up is Shibuya. The area is one of Tokyo's shopping Meccas. The popular shopping and restaurant district centers around the Shibuya train station but extends to include sites like Yoyogi Park, Takashita-Dori, Meiji Jingu, Harajuku, Sendagaya and Omotesando. The Shibuya pedestrian crossing and traffic intersection is one of the most photographed spots in modern Tokyo and one of the busiest crossings in the world. 

Next up is Tokyo Tower, you won’t miss this one for sure, because it’s 333 meters high and located almost in the center of Tokyo. It’s the 2nd tallest structure in Japan and it is painted in white and orange in compliance with air safety regulations for tall buildings.

And last but not least is Akihabara. This is an area in Tokyo best known for its high-tech shops, entertainment venues and dining opportunities. Akihabara is nicknamed "Electric Town" as the stores here are predominantly electronic and gadget stores. Akihabara is located in the Chiyoda ward, it is also the home of AKB48 idol group, an idol group I use to adore back in my high school years.

Okay I’m going to cheat and add another one. It’s a place that I won’t miss when I got there one day. As I said earlier in the text that I’m a massive car enthusiast, so for this final part of the text I’m going to talk about Daikoku PA. PA stand for “Parking Area” The internet said that this place is the most popular parking lot in Japan. It is located in Yokohama which is a few hundred miles away from Tokyo. What makes this place so special to me is that almost every-day, day and night, it is always fill with amazing cars from different types, makes and models.

So this is my idea of a dream destination, I really hope I can go to Japan one day and experience all the excitement.

Wednesday, 27 January 2016

Teori Bahasa Iklan

Teori Bahasa Iklan
·      Sejarah

Kata iklan berasal dari bahasa Yunani. Kata itu berarti menggiring orang pada suatu gagasan. Secara komprehensif  iklan adalah semua kegiatan yang bertujuan untuk menarik minat penontonnya melalui berbagai alat dan cara.

 

Abad ke 17

Pendidikan menjadi kebutuhan yang sangat penting terutama dalam membaca, serta pencetakan, lalu iklan semakin dikembangkan dan diperluas untuk mencakup selebaran. Pada abad ke-17 iklan mulai muncul di koran mingguan di Inggris. Iklan cetak awal ini digunakan terutama untuk mempromosikan buku dan surat kabar, yang menjadi semakin terjangkau dengan kemajuan di percetakan, dan obat-obatan, yang semakin dicari sebagai penyakit rusak Eropa namun, karena adanya iklan palsu, maka iklan menjadi masalah, yang diantar dalam regulasi konten iklan.

 

Abad ke 18

Koran Prancis La Presse adalah yang membuat program iklan yang dibayar di perhalaman-halamannya, yang memungkinkan untuk menurunkan harga, memperluas pembaca dan meningkatkan perusahaan profitabilitas dan formula itu segera ditiru oleh semua judul. Sekitar tahun 1840, Volney B. Palmer membentuk akar biro iklan modern di Philadelphia. Pada tahun 1842 jumlah besar Palmer membeli ruang di berbagai surat kabar pada tarif diskon kemudian dijual kembali di tingkat yang lebih tinggi kepada pengiklan-Iklan aktual-salinan, tata letak, dan karya seni. Keadaan berubah di akhir abad 19 ketika badan iklan NW Ayer & Son didirikan. Ayer dan Anak ditawarkan untuk merencanakan, membuat, dan melaksanakan kampanye iklan lengkap untuk pelanggannya. Pada tahun 1900 biro iklan telah menjadi titik fokus perencanaan kreatif, dan iklan kokoh sebagai sebuah profesi. Sekitar waktu yang sama, di Perancis, Charles-Louis Havas memperpanjang jasa kantor berita, untuk memasukkan iklan broker, sehingga kelompok Prancis pertama yang mengatur. Pada awalnya, lembaga yang broker untuk ruang iklan di koran. NW Ayer & Son adalah lembaga layanan penuh pertama yang bertanggung jawab atas isi iklan. Pada pergantian abad ini, ada beberapa pilihan karir bagi perempuan dalam bisnis, namun, iklan adalah salah satu dari sedikit. Karena perempuan bertanggung jawab untuk sebagian besar pembelian kebutuhan rumah tangga mereka masing - masing, pengiklan dan lembaga yang diakui nilai wawasan perempuan. Iklan terus berkembang, terutama dari segi kreatifitas. Bahkan, periklanan Amerika lah yang pertama menggunakan seksual untuk produk sabun. Meskipun jinak oleh standar-standar hari ini, iklan ini menampilkan pasangan dengan pesan "Kulit kamu mencintai menyentuh".

 

Awal 1920-an

Pada awal 1920-an, stasiun radio pertama didirikan oleh produsen peralatan radio dan pengecer yang menawarkan program dalam rangka untuk menjual radio lebih kepada konsumen. Seiring waktu berlalu, banyak organisasi nirlaba yang mengikuti mendirikan stasiun radio mereka sendiri, dan termasuk klub dan kemasyarakatan. Kelompok sekolah ketika praktek mensponsori program dipopulerkan, masing-masing program radio individu biasanya disponsori oleh pembisnis tunggal dalam pertukaran untuk menyebutkan nama singkat bisnis mereka di bagian awal dan akhir yang menunjukkan disponsori olehnya. Namun, pemilik stasiun radio segera menyadari bahwa mereka bisa mendapatkan lebih banyak uang dengan menjual hak sponsor dalam alokasi waktu kecil untuk beberapa bisnis di seluruh siaran stasiun radio mereka, daripada menjual hak sponsor untuk bisnis tunggal per siaran. Praktek ini dilakukan ke televisi di akhir 40-an dan awal 50-an.

Awal 1950

Pada awal tahun 1950, DuMont Television Network mulai meluncurkan program modern yang menjual iklan dalam hitungan waktu kepada beberapa sponsor. Sebelumnya, DuMont telah kesulitan mencari sponsor bagi banyak tentang program dan dikompensasi dengan menjual blok kecil waktu iklan untuk beberapa bisnis. Hal ini akhirnya menjadi standar untuk industri televisi komersial di Amerika Serikat. Namun, itu masih praktek umum untuk menunjukkan sponsor tunggal, seperti Amerika Serikat Steel Jam. Dalam beberapa kasus sponsor di kontrol atas isi dari pertunjukan sampai agency periklanan seseorang benar-benar menulis pertunjukan.
Akhir 80-an dan awal 1990-an kita melihat pengenalan televisi kabel. Contohnya MTV, merintis konsep video musik, MTV diantar dalam jenis baru iklan, Tunes konsumen untuk pesan iklan. Sebagai kabel dan televisi satelit menjadi semakin umum, saluran khusus muncul, termasuk saluran seluruhnya dikhususkan untuk iklan, seperti QVC, Home Shopping Network, dan ShopTV Kanada.
Pemasaran melalui internet membuka batas baru bagi pengiklan dan memberikan kontribusi kepada "dot-com boom” pada tahun 90-an. Seluruh perusahaan semata-mata dioperasikan pada pendapatan iklan, yang menawarkan segala sesuatu dari kupon untuk mengakses internet gratis. Pada pergantian abad ke-21, sejumlah situs termasuk mesin pencari Google, memulai perubahan dalam iklan online dengan menekankan kontekstual yang relevan, iklan tidak mengganggu dimaksudkan untuk membantu, daripada membanjiri, pengguna. Hal ini mengakibatkan sejumlah besar upaya sejenis dan kecenderungan peningkatan iklan interaktif.
Sebuah inovasi iklan terbaru adalah "Gerilya Marketing",yang melibatkan pendekatan yang tidak biasa seperti menggelar pertemuan di tempat umum, hadiah produk seperti mobil yang ditutupi dengan pesan merek, dan iklan interaktif dimana penonton dapat merespon menjadi bagian dari pesan iklan. periklanan gerilya meningkat menjadi lebih populer dengan banyak perusahaan. Jenis iklan ini tidak terduga dan inovatif, yang menyebabkan konsumen untuk membeli produk tersebut. Hal ini mencerminkan kecenderungan meningkatnya interaktif dan "tertanam" iklan, seperti melalui penempatan produk, memiliki suara konsumen melalui pesan teks, dan berbagai inovasi memanfaatkan layanan jaringan sosial seperti Facebook.

·      Fungsi
Pemanfaatan bahasa dalam iklan tentu saja disesuaikan dengan kebutuhan dan demi tercapainya maksud iklan itu sendiri. Secara khusus iklan di televisi lebih menekankan bahasa tutur dalam menyampaikan maksudnya kepada orang lain. Menurut Rot Zoill melalui Rendra Widyatama (2005:147) menjabarkan fungsi iklan dalam empat fungsi.
·         Precipitation: Iklan berfungsi untuk mempercepat berubahnya suatu kondisi dari keadaan yang semula tidak dapat mengambil keputusan menjadi dapat mengambil keputusan. Sebagai contoh adalah meningkatkan permintaan, menciptakan kesadaran dan pengetahuan tentang sebuah produk.
·         Persuasion: Iklan berfungsi untuk membangkitkan khalayak sesuai pesan yang diiklankan. Hal ini meliputi daya tarik emosi, menyampaikan informasi tentang ciri suatu produk, dan membujuk konsumen untuk membeli.
·         Reinforcement:  Meneguhkan keputusan yang diambil oleh masyarakat.
·         Reminder: Iklan mampu mengingatkan dan semakin meneguhkan terhadap produk yang diiklankan.
Iklan di televisi memiliki kecendrungan menggunakan tindak tutur lisan yang berbeda antara iklan satu dengan yang lain
.



·      Media bahasa iklan
Media elektronik: televisi dan radio
Media cetak: koran, majalah, buku dan brosur
Media social: Facebook, Twitter dan lain-lain

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penulisan bahasa iklan adalah mudah dipahami dan memberi kesan positif kepada konsumen. Berbagai iklan yang ditayangkan di televisi memiliki keragaman demi menjaring konsumennya dengan pengemasan bahasa yang semenarik mungkin. Selain itu, iklan juga kerap kali ditayangkan berulang kali sehingga akan semakin memberikan kesan yang dalam kepada konsumen terhadap produk yang ditawarkan.

Nama: Ilham Putra Paramartha
NMP: 13615285
Kelas: 1SA05

Sumber
https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_periklanan