Saturday, 15 October 2016

Pemetaan Masyarakat Terhadap Kemacetan

Kemacetan lalu lintas adalah kondisi arus lalu lintas yang tidak stabil, sering berhenti, kecepatan sangat rendah, Pengemudi tidak dapat beralih jalur, antrean panjang, volume lalu lintas melebihi kapasitas jalan dan lain-lain (Hariyanto, 2003).

Kemacetan lalu lintas disebabkan banyak faktor yakni: faktor manusia, faktor fisik jalan, faktor kendaraan.

  • Faktor manusia sebagai penyebab kemacetan, antara lain: adanya penyeberangan jalan, adanya parkir di tepi jalan, adanya pasar tumpah, adanya kerumunan massa di tepi jalan seperti anak sekolah, pekerja pabrik dan lain lain.


  • Faktor fisik jalan sebagai penyebab kemacetan lalu lintas, antara lain: kondisi jalan buruk, jalan menyempit, struktur jaringan jalan terlalu memusat pada satu ruas jalan, struktur geometeris jalan yang tidak baik, terlalu banyak persimpangan, dan sebagainya.


  • Kemacetan lalu lintas oleh kendaraan, antara lain: banyak Kendaraan tidak bermotor (becak dan lain -lain), banyak kendaraan besar. Lokasi yang rawan terhadap kemacetan lalu lintas adalah persimpamgan jalan, pasar, pusat pusat kegiatan, simpul transportasi.

Kemacetan lalu lintas harus diatasi dengan terpadu dari berbagai cara seperti peraturan, kesadaran pemakai jalan, dan manajemen lalu lintas yang baik. Kemacetana lalu lintas menjadi masalah utama di kota-kota besar, bahkan menjadi masalah global. Kemacetan lalu lintas banyak merugikan dari banyak segi, kerugian materi seperti bertambahnya biaya ekonomi, boros bahan bakar, boros waktu, menambah polusi di kota, dan secara psikologi menambah stress orang orang kota.


Solusi

  • Kondisi jalan alternatif harus baik, dan juga selalu di jaga dan di pelihara.


  • Pemerintah hendaknya memasang rambu gambar jalan alternatif, agar para pengguna jalan mengetahui keberadaan jalan alternatif dan dipasang di tempat yang strategis. 



  • Pemerintah perlu membuat peta yang berisi titik kemacetan dan jalan alternatif untuk menghindari kemacetan. Peta ini diletakkan di tempat yang strategis dan dapat dilihat dengan jelas oleh para pengguna jalan.

Monday, 3 October 2016

Parahnya kemacetan di sekitar Jalan Margonda, Depok

Pendahuluan

A. Latar Belakang

Indonesia termasuk negara sedang berkembang, permasalahan yang ada di negara berkembang lebih kompleks dibandingkan dengan negara-negara maju, mulai dari pertumbuhan penduduk yang tinggi, kesenjangan sosial, hingga kurangnya sarana dan prasarana yang menunjang pembangunan itu sendiri. Diantara banyak permasalahan itu adalah kemacetan atau kongesti. Kemacetan adalah situasi atau keadaan tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu lintas yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan. Kemacetan banyak terjadi di kota-kota besar, terutamanya yang tidak mempunyai transportasi publik yang baik atau memadai ataupun juga tidak seimbangnya kebutuhan jalan dengan kepadatan penduduk, misalnya Jakarta dan Bangkok. Kemacetan lalu lintas menjadi permasalahan sehari-hari di Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan dan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Kemacetan sering dijumpai di kota-kota besar di negara berkembang seperti Bangkok dan Jakarta. Kemacetan juga sering dijumpai pada daerah-daerah perdagangan (CBD) di kota-kota seluruh dunia. 


B. Permasalahan

Berdasarkan latar belakang diatas maka yang menjadi permasalahan adalah:
  • ·         Apa yang menyebabkan kemacetan lalu lintas?
  • ·         Apa dampak negatif dari kemacetan lalu lintas?
  • ·         Bagaimana upaya mengurangi kemacetan lalu lintas? 


C. Teori Pendukung

Komponen lalu lintas

Sebelum kita membahas komponen lalu lintas, sebaiknya harus diketahui dulu apa itu lalu lintas, menurut undang-undang No. 22 tahun 2009 lalu lintas didefinisikan sebagai gerak kendaraan dan orang di ruang lalu lintas jalan, sedangkan yang dimaksud dengan ruang lalu lintas jalan adalah prasarana yang diperuntukkan bagi gerak pindah kendaraan, orang dan atau barang yang berupa jalan dan fasilitas pendukung.Pemerintah mempunyai tujuan untuk mewujudkan lalu lintas dan angkutan jalan yang selamat, aman, cepat, lancar, tertib dan teratur, nyaman dan efisien melalui manajemen lalu lintas dan rekayasa lalu lintas.


                                                                              ISI

Kemacetan lalu lintas di Kota Depok diprediksi masih akan sulit diatasi dalam beberapa tahun kedepan. Hal ini lantaran pertumbuhan jalan tak sebanding dengan pertumbuhan kendaraan bermotor. Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Depok bakal melakukan betonisasi di sepanjang Jalan Komjen M Jasin atau Jalan Akses UI mulai 15 September 2016. Salah satu jalan utama di Depok ini, merupakan akses menuju Jalan Raya Bogor, Depok, dan Jakarta Selatan. Sehari-hari jika jam sibuk, jalur ini seringkali dilanda macet. Apalagi betonisasi akan dimulai lusa hingga 5 Oktober, maka diprediksi kemacetan akan lebih meningkat. Ruas Jalan Kelapa Dua Raya rencananya akan ditutup secara total. Untuk warga Depok yang menuju ke area Cijantung, Jakarta Timur atau sebaliknya dari Cijantung ke Kelapa Dua, Depok, sebaiknya mencari jalan alternatif. “Ada banyak akses jalan alternatif di daerah tersebut. Rekayasa lalu lintas paling bisa melalui Jalan Margonda atau Jalan Juanda. Atau bisa juga di daerah Palsi Gunung, Cimanggis,” kata Kasat Lantas Polresta Depok Kompol Sutomo, Selasa (13/9/2016). 


1. Penyebab Kemacetan lalu lintas
Kemacetan lalu lintas bisa terjadi karena beberapa hal: 
  • Arus kendaraan yang melewati jalan tersebut telah melampaui kapasitas jalan tersebut. Dapat dilihat dari tabel bahwasanya tiap tahun jumlah kendaraaan dari berbagai jenis selalu meningkat, sedangkan panjang jalan dan pertambahan panjang dan luasnya tidak sebanding dengan pertambahan jumlah kendaraan tiap tahunnya. 
2. Dampak negatif kemacetan lalu lintas
  • Kemacetan lalu lintas menyebabkan dampak negatif yang besar antara lain:
  • Kerugian waktu, karena kecepatan yang rendah.
  • Pemborosan energi
  • Meningkatkan polusi udara, karena pada kecepatan rendah konsumsi energi lebih tinggi, dan mesin tidak beroperasi pada kondisi yang optimal.
  • Meningkatkan stress pengguna jalan.
  • Mengganggu kelancaran kendaraan darurat seperti: ambulans, pemadam kebakaran dalam menjalankan tugasnya. 

3. Upaya mengurangi kemacetan lalu lintas

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas yang harus direncanakan secara komperhensif, diantaranya: 
  • Peningkatan kapasitas jalan. Salah satu langkah mengurangi kemacetan jalan adalah dengan meningkatkan kapasitas jalan, misalnya: memperlebar jalan, menambah lajur lalu lintas jika memungkinkan, mengurangi konflik di persimpangan dengan membatasi arus belok kanan. 
  • Pembatasan kendaraan pribadi. Pembatasan kendaraan pribadi
    Kebijakan ini memang tidak populer, namun jika kemacetan semakin parah maka harus dilakukan manajemen lalu lintas yang lebih ekstrim. 

                                                                  Saran masyarakat


4. Saran untuk mengatasi kemacetan di kota Depok yaitu:

  • Kita sebagai pengguna jalan di kota Depok (Margonda) harus ikut berpartisipasi dalam kebijakan yang ditentukan oleh Pemerintah Daerah Depok 
  • Ikut memberikan pendapat dan masukan kepada Pemda Depok mengenai solusi-solusi untuk mengatasi kemacetan di ruas jalan Depok.
  • Berusaha untuk melaksanakan ,mempublikasikan dan menerapkan kebijakan yang ditentukan Pemda dalam kehidupan berlalu lintas. 



                                                                     Kesimpulan

Memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang pentingnya mematuhi peraturan dan kebijaksanaan berlalu lintas demi kenyamanan dan keselamatan juga menghindari kemacetan. Memberikan prioritas kepada transortasi masal atau angkutan kota guna mengurangi kepadatan kendaraan di jalan namun dengan memperhatikan kenyamanan transportasi massal tersebut sehingga pemilik kendaraan mau beralih menggunakan transportasi ini.